Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
06 Apr 2026 327 pembaca ADMIN Legok

Sungai Cimanceuri Meluap Puluhan Rumah di Bojong Kamal dan Cirarab Terendam Banjir aparatur kecamatan sigap mendatangi lokasi terdampak banjir

LEGOK, TANGERANG – Intensitas hujan tinggi di wilayah hulu (Bogor) dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Cimanceuri meluap pada hari ini, Senin (6/4/2026). Akibatnya, puluhan rumah warga di Desa Bojong Kamal dan Desa Cirarab, Kecamatan Legok, terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Merespons kondisi tersebut, aparatur Kecamatan Legok bersama perangkat desa sigap terjun langsung ke lokasi terdampak untuk memantau situasi serta memastikan keselamatan warga.

Kondisi di Kampung Sikluk, Desa Bojong Kamal

Salah satu titik terparah berada di RT 03/01, Kampung Sikluk, Desa Bojong Kamal. Berdasarkan data lapangan, tercatat sebanyak 47 KK atau sekitar 142 jiwa terdampak oleh luapan air.

Ketinggian genangan di lokasi ini terpantau bervariasi antara 20 hingga 60 cm. Meski saat ini dilaporkan sudah mulai ada penurunan debit air setinggi beberapa sentimeter, potensi genangan susulan masih sangat tinggi.

"Kondisi air sangat bergantung pada curah hujan di wilayah Bogor. Jika di hulu kembali turun hujan deras, ada risiko genangan akan naik kembali. Kami terus bersiaga," ujar perwakilan dari tim pemantau lapangan.

Akses Jalan di Desa Cirarab Mulai Normal

Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Ciparay, Desa Cirarab. Banjir sempat memutus akses jalan, namun saat ini arus lalu lintas yang menghubungkan wilayah Bogor dan Ciparay dilaporkan sudah mulai bisa dilintasi kendaraan kembali.

Meski demikian, rumah-rumah warga yang posisinya berdampingan langsung dengan aliran Kali Cimanceuri masih tergenang air setinggi 20 hingga 50 cm. Diperkirakan kurang lebih 25 KK di wilayah ini masih terdampak banjir.

Langkah Antisipasi dan Koordinasi

Pihak Kecamatan melalui Kasi Trantib telah menginstruksikan kepada masing-masing Ketua RT dan Karang Taruna (Katar) untuk memperketat pengawasan.

Ronda Siaga: Warga diminta mengaktifkan ronda malam untuk memantau pergerakan debit air secara real-time.

Laporan Cepat: Para pengurus lingkungan diwajibkan segera melaporkan perkembangan kondisi di lapangan secara berkala kepada posko kecamatan.

Dokumentasi: Seluruh bukti fisik berupa foto dan data warga terdampak telah dikumpulkan oleh tim Trantib sebagai dasar pengambilan kebijakan bantuan selanjutnya.

Pemerintah Kecamatan Legok terus menghimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Cimanceuri untuk tetap waspada dan segera mengamankan barang-barang berharga serta dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi jika hujan kembali turun dengan lebat.


- Humas Kecamatan Legok






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.